Dahsyatnya Api Neraka

Minggu, 07 November 2010

Cerita tentang "seram"nya api neraka ini saya dapat pada waktu menunaikan ibadah Sholat Idul Fitri 1431 H yang baru lalu, yaitu pada saat mendengarkan Khutbah. Pak Kyai yang bertindak sebagai Khotib pada saat itu adalah seorang Kyai yang sudah senior dan keilmuannya sudah tidak diragukan lagi, beliau memiliki pesantren di Lopang Gede, tempat dimana saya tinggal. Sebagai warga Lopang Gede, saya merasa sangat senang dengan adanya beliau karena bagi saya beliau adalah cahaya ilmu yang menyinari kawasan Lopang Gede dan sekitarnya.

Beliau menceritakan asal usul api yang ada di dunia ini. Api yang biasa kita gunakan untuk keperluan sehari-hari... untuk cahaya lampu obor, memasak di dapur, memanaskan air dan sebagainya. Menurut penuturan beliau, dahulu kala... pada saat Nabi Adam AS diturunkan ke dunia karena kekhilafannya melanggar perintah Allah SWT, di dunia ini belum ada api yang bisa digunakan. Nabi Adam AS pun kemudian berdoa memohon kepada Allah SWT agar di dunia ini ada api yang bisa digunakan untuk menerangi suasana malam hari dan juga untuk kebutuhan lainnya.

Allah SWT mengabulkan doa Nabi Adam AS dengan mengutus malaikat Jibril untuk meminta sedikit api neraka pada malaikat penjaga neraka yaitu malaikat Malik (Moga2 kita jangan sampe ketemu sama malaikat yang satu ini... sereeeemmm). Jibril kemudian meminta bara api neraka sebesar biji padi pada Malaikat Malik. Jibril mengatakan bahwa bara api yang sebesar biji gabah/padi itu hendak diturunkan ke dunia.

Malaikat Malik terkejut mendengar permintaan Jibril, kemudian ia berkata : "Jibril, tahukah engkau... bila bara api yang sebesar biji padi ini diturunkan ke dunia maka dunia akan hancur lebur!!!". (Masya Allah, baru satu biji padi saja sudah bisa menghancurkan dunia & seisinya... lalu bagaimana dengan api neraka yang sebenarnya??? Seremlah, ga mau ngebayangin...). Kemudian malaikat Malik berkata lagi : "kalau untuk diturunkan di dunia, bawa saja 1/4 bagian dari bara api yang sebesar biji padi ini. Sebelum dibawa ke dunia, cucilah terlebih dahulu sebanyak 100 kali di sungai yang ada di Surga. Setelah itu barulah bara api itu bisa dibawa ke dunia."

Setelah mendengarkan penjelasan dari Malaikat Malik, Jibril pun kemudian membawa 1/4 bagian bara api itu ke sungai di Surga lalu mencucinya sebanyak 100 kali. Kemudian setelah selesai dicuci di Surga, bara api itu dibawa oleh Jibril ke dunia. Sesampainya di dunia, Jibril mencari puncak gunung tertinggi di dunia dan kemudian bara api itu dijatuhkan/dicemplungkan dari puncak gunung sampai ke dasarnya. Tahukah anda, apa yang terjadi setelah bara api itu dijatuhkan. Bumi bergetar dan terjadi gempa yang dahsyat di seluruh dunia... karena khawatir dengan gempa yang terjadi terus menerus, kemudian Jibril mengambil kembali bara api itu dan dibawa pulang kembali ke tempat asalnya yaitu Neraka. Yang tersisa di dunia ini hanya hawa panasnya saja, yaitu hawa panas dari bara api neraka yang sebesar 1/4 potongan biji padi tadi.

Masya Allah, berarti api yang ada di dunia ini belum seberapa dibandingkan dengan api yang ada di neraka. Dengan api yang ada di dunia saja, kita sudah merasa panas sekali. Ya Allah, Lindungilah aku, keluargaku, saudara2ku kaum muslimin dan muslimat dari siksa api neraka yang sangat pedih. Jagalah kami semua karena Neraka adalah seburuk-buruknya tempat untuk kembali. Amin Ya Robbal 'Alamin



0 komentar:

Posting Komentar